Selasa, 17 Februari 2026

Morfometrik-Meristik, Hubungan Panjang-Berat dan Faktor Kondisi Ikan Lele Limbat (Clarias nieuhofii) asal Lebak Lebung Merlung, Ogan Komering Ilir

ABSTRAK 

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfometrik dan meristik, hubungan panjangberat, serta faktor kondisi ikan lele limbat (Clarias nieuhofii) yang berasal dari Lebak Lebung Merlung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung terhadap 60 ekor ikan dengan metode purposive sampling pada bulan Mei hingga Juni 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan memiliki panjang total rata-rata 14,70 cm dengan variasi stabil pada jumlah jari-jari sirip, yang mencerminkan karakteristik spesies yang khusus. Selain itu, hubungan panjang-berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif dengan nilai konstanta b sebesar 0,0992, mengindikasikan bahwa pertambahan panjang lebih dominan dibandingkan berat, sesuai dengan karakter ikan sebagai perenang aktif. Faktor kondisi ratarata sebesar 1,014 menandakan bahwa kondisi fisiologis ikan dalam habitat aslinya berada dalam keadaan baik dan proporsional. 

Kata Kunci: Morfometrik-Meristik, Faktor Kondisi, Hubungan Panjang-Berat, Lele Limbat



Full text dapat didownlaod pada link: https://ejournal.uniski.ac.id/index.php/jppu/article/view/445/328

Biodiversitas Ikan di Sungai Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan

ABSTRAK 

Biodiversitas ikan di suatu ekosistem perairan merupakan indikator kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biodiversitas ikan di Sungai Putak. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung dengan pengambilan sampel ikan di tiga stasiun pada musim peralihan (kemarau-hujan). Pengumpulan ikan menggunakan alat tangkap tradisional (jala, jaring, bubu, pancingan). Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 18 spesies ikan yang termasuk dalam 9 famili, 14 genus, dengan total 298 individu. Channa striata merupakan spesies paling banyak tertangkap, sedangkan Notopterus notopterus dan Pangasius micronema merupakan spesies paling sedikit tertangkap. Indeks keanekaragaman spesies, indeks kemerataan jenis, dan indeks dominansi adalah 2,6; 0,94; dan 0,08. Indeks kesamaan komunitas antar lokasi berkisar antara 94-97%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan di Sungai Putak berada pada kondisi relatif stabil, sehingga data ini dapat dijadikan dasar dalam pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan serta upaya konservasi.