Minggu, 05 Juli 2026

The Effect of Different Colors of Rearing Containers on the Growth and Survival of Glass Catfish (Kryptopterus palembangensis)

 Abstract

The glass catfish (Kryptopterus palembangensis) is an endemic Indonesian fish with high economic value, which has contributed to intensive fishing pressure. A biological approach to domestication is therefore necessary, including evaluation of how rearing-container conditions affect fish performance. This study aims to determine the effect of different colors of rearing containers on the growth and survival rate of glass catfish. The study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of five treatments and three replications, namely P1 (red), P2 (blue), P3 (white), P4 (orange), and P5 (black), and the observed parameters included growth, survival, and glucose levels. The results showed that P5 (black) gave the best results in increasing growth, as indicated by absolute weight (3.25 ± 0.10 g), absolute length (2.80 ± 0.10 cm), SGR (0.64 ± 0.03%), DGR (0.11 ± 0.00 %/day), survival rate (100 ± 0.00%), and normal glucose levels (45.67 ± 2.91 mg/dL), followed successively by P2 (blue), P1 (red), P4 (orange), and P3 (white). During rearing, water quality remained within the optimal range with pH 6.10-6.57, temperature 28.30-30.20°C, DO 4.67-5.17 mg/L, and ammonia 0.13-0.15 mg/L. Overall, the findings demonstrate that black containers are the most suitable option for supporting the growth and survival of glass catfish.

Full text:

https://ejabf.journals.ekb.eg/article_513602_1788f9d53733f4981416e45ba6aaf407.pdf

Cite: Yonarta, D., Taqwa, F., Muslim, M., Syaifudin, M., & Wijayanti, M. (2026). The Effect of Different Colors of Rearing Containers on the Growth and Survival of Glass Catfish (Kryptopterus palembangensis). Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 30(3), 3951-3967. doi: 10.21608/ejabf.2026.483339.7846

Jumat, 03 Juli 2026

Effects of Different Natural Feed Types on Domestication, Survival Rate, and Growth of Glass Catfish (Kryptopterus palembangensis)

 ABSTRACT 

Intensive, uncontrolled fishing has primarily reduced glass catfish (Kryptopterus palembangensis) populations in Indonesian waters, especially in Sumatra, leading to a steady decline in natural populations through continuous overexploitation. The present study aimed to evaluate the effects of different natural feeds on the growth performance and survival of glass catfish during the domestication phase (process of adapting wild fish to aquaculture conditions using appropriate natural feed types). A total of 150 glass catfish, with an average initial length of 14.62 ± 0.53 cm and an average initial weight of 15.58 ± 0.73 g, were subjected to the present study, using a completely randomized design with five treatment groups and three replications. Each experimental unit contained 10 fish, resulting in 30 fish per treatment. The treatment groups consisted of different natural feed types, namely small live fish (P1), shrimp (P2), earthworms (P3), maggots (P4), and Tubifex sp. (P5). Growth performance, survival rate, and digestive enzyme activity of glass catfish were observed after 30 days of rearing. The present results indicated that Group P2 significantly improved the growth performance of glass catfish, including absolute weight (3.61 ± 0.16 g), absolute length (2.85 ± 0.11 cm), specific growth rate (0.85 ± 0.03% day⁻¹), and daily growth rate (0.12 ± 0.01 g day⁻¹) compared to other groups. Additionally, Group P2 exhibited the highest survival rate at 100% and the highest digestive enzyme activities, with amylase at 7.24 ± 0.14 U mL⁻¹, lipase at 0.37 ± 0.01 U mL⁻¹, and protease at 0.69 ± 0.01 U mL⁻¹. The second-best performance was observed in Group P1, followed by P3, P5, and P4. Shrimp was identified as the most effective natural feed for improving the growth performance and survival rate of glass catfish.

full text:

https://wvj.science-line.com/attachments/article/91/WVJ16(2)449-458,2026.pdf

World’s Veterinary Journal, 2026, 16(2): 449-458.

DOI: https://dx.doi.org/10.54203/scil.2026.wvj42 

Jumat, 12 Juni 2026

Sexual Dimorphism, Reproductive Biology, and Growth Patterns of Sumatran Combtail (Belontia Hasselti, Cuvier 1831) From the Kelekar River, South Sumatra, Indonesia

 ABSTRACT

Sexual dimorphism, reproductive biology, and growth patterns are fundamental knowledge in fisheries studies. This study aimed to analyze the sexual dimorphism, reproductive biology, and growth patterns of Belontia hasselti. Samples were collected in the Kelekar River, South Sumatra, Indonesia. Traditional fishing gear, specifically fish traps (“bubu” and “pengilar”), was used to catch fish samples. The samples were transported to the Basic Fisheries Laboratory of the Universitas Sriwijaya for collecting study parameters. A total of 100 B. hasselti were used in this study: 56 males (TL: 8.00-13.24 cm, BW: 9.50-37.49 g) and 44 females (TL: 8.00-13.99 cm, BW: 9.00-38.99 g). The results showed that there were morphometric differences between male and female B. hasselti in CFL, AFL-1, AFL-2, VF-AF, and PrDL characters, but there were no differences in meristic characters. The HSI ranged from 0.46% to 2.71% for males and from 0.57% to 3.30% for females. The GSI for males ranged from 0.05 to 0.57%, while for females it ranged from 0.35 to 11.09%. The gonadal maturity stage for males ranged from I to IV, while for females it ranged from II to V. The sex ratio was 1.19:1.00 (male: female). Fecundity ranged from 1011 to 4370 eggs. Egg diameter ranged from 0.8 to 1.7 mm. The growth pattern of males was positively allometric (y = 0.0125x3.0987, R2 = 0.8182), while females exhibited negatively allometric growth (y = 0.0596x2.4031, R2 = 0.7942). These findings are highly valuable for the implementation of the B. hasselti breeding program.



BAGHDAD SCIENCE JOURNAL 2026;23(6):2065–2075



Selasa, 17 Februari 2026

Morfometrik-Meristik, Hubungan Panjang-Berat dan Faktor Kondisi Ikan Lele Limbat (Clarias nieuhofii) asal Lebak Lebung Merlung, Ogan Komering Ilir

ABSTRAK 

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfometrik dan meristik, hubungan panjangberat, serta faktor kondisi ikan lele limbat (Clarias nieuhofii) yang berasal dari Lebak Lebung Merlung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung terhadap 60 ekor ikan dengan metode purposive sampling pada bulan Mei hingga Juni 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan memiliki panjang total rata-rata 14,70 cm dengan variasi stabil pada jumlah jari-jari sirip, yang mencerminkan karakteristik spesies yang khusus. Selain itu, hubungan panjang-berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif dengan nilai konstanta b sebesar 0,0992, mengindikasikan bahwa pertambahan panjang lebih dominan dibandingkan berat, sesuai dengan karakter ikan sebagai perenang aktif. Faktor kondisi ratarata sebesar 1,014 menandakan bahwa kondisi fisiologis ikan dalam habitat aslinya berada dalam keadaan baik dan proporsional. 

Kata Kunci: Morfometrik-Meristik, Faktor Kondisi, Hubungan Panjang-Berat, Lele Limbat



Full text dapat didownlaod pada link: https://ejournal.uniski.ac.id/index.php/jppu/article/view/445/328

Biodiversitas Ikan di Sungai Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan

ABSTRAK 

Biodiversitas ikan di suatu ekosistem perairan merupakan indikator kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biodiversitas ikan di Sungai Putak. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung dengan pengambilan sampel ikan di tiga stasiun pada musim peralihan (kemarau-hujan). Pengumpulan ikan menggunakan alat tangkap tradisional (jala, jaring, bubu, pancingan). Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 18 spesies ikan yang termasuk dalam 9 famili, 14 genus, dengan total 298 individu. Channa striata merupakan spesies paling banyak tertangkap, sedangkan Notopterus notopterus dan Pangasius micronema merupakan spesies paling sedikit tertangkap. Indeks keanekaragaman spesies, indeks kemerataan jenis, dan indeks dominansi adalah 2,6; 0,94; dan 0,08. Indeks kesamaan komunitas antar lokasi berkisar antara 94-97%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan di Sungai Putak berada pada kondisi relatif stabil, sehingga data ini dapat dijadikan dasar dalam pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan serta upaya konservasi. 


Karakteristik Morfometrik-Meristik Notopterus notopterus dan Chitala hypselonotus asal Sungai Kelekar, Sumatera Selatan

ABSTRAK 

Notopterus notopterus dan Chitala hypselonotus merupakan spesies ikan asli Sumatera Selatan, Indonesia. Kedua spesies ini termasuk dalam famili Notopteridae. Secara morfologi kedua spesies ini sangat mirip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakter morfometrik–meristik N. notopterus dan C. hypselonotus asal Sungai Kelekar, Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Dasar Perikanan, dan Kolam Percobaan, Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, pada April-Juni 2025. Penelitian ini menggunakan metode studi komparatif. Pengumpulan sampel kedua spesies menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 10 ekor N. notopterus (bobot tubuh=103,2- 153,4 g, panjang total=250-280 mm) dan 10 ekor C. hypselonotus (bobot tubuh=102-162,1 g, panjang total=250-300 mm). Parameter penelitian meliputi 18 karakter morfometrik, dan 5 karakter meristik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (P-value <0,05) antara karakteristik morfometrik N. notopterus dan C. hypselonotus yang terletak pada karakter DM (P-value=0,020), PPD (P-value=0,000), PPP (P-value=0,000), PSD (P-value=0,023), PPA (P-value=0,006), dan PSA (P-value=0,014). Karakteristik meristik N. notopterus yakni P. 8-10, D. 9-10, V. 2, dan A+E. 90- 118, C. hypselonotus yakni P. 9-10, D. 9-10, V. 2, dan A+E. 120-126. Terdapat perbedaan karakteristik meristik N. notopterus dan C. hypselonotus pada sirip anal yang menyatu dengan sirip ekor (SA+E). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut. 


Full text dapat didownload pada link: https://ejournal.uniski.ac.id/index.php/jppu/article/view/442/325

Morfometrik-Meristik, Hubungan Panjang-Berat, dan Faktor Kondisi Ikan Lais (Kryptopterus cryptopterus) asal Lebak Batanghari Buntu, Pedamaran II, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan

 ABSTRAK 

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfometrik dan meristik, menganalisis hubungan panjang-berat, serta mengevaluasi faktor kondisi ikan Kryptopterus cryptopterus dari lebak Batanghari Buntu, Pedamaran II, Sumatera Selatan. Sebanyak 70 ekor sampel dianalisis melalui metode purposive sampling. Pengukuran morfometrik mencakup 20 karakter, dan karakter meristik terdiri atas 5 parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan panjang-berat mengikuti persamaan W=0,0043L3,0404 (R²=0,9252), yang menunjukkan pertumbuhan allometrik positif. faktor kondisi (Kn) berkisar antara 0,677 hingga 1,449 dengan rata-rata 1,0009, yang menandakan bahwa sebagian besar ikan berada dalam kondisi fisiologis yang baik. Hasil penelitian ini memberikan data biologi dasar untuk pengelolaan dan konservasi spesies ikan penting ini secara berkelanjutan.