Jumat, 04 Januari 2019

Ikan Sepat Mutiara (Trichopodus leerii)

Nama nasional ikan ini ikan sepat mutiara. Nama lokal ikan ini untuk daerah DAS Musi Tengah, banyak menyebutnya ikan sepat daun bulu,mungkin karena ikan ini kalau dipegang tidak licin, kasat seperti memegang daun bambu (bulu). Daging ikan ini tipis, sehingga tidak begitu disukai untuk dikonsumsi dalam bentuk segar. Ikan ini paling umum dijadikan ikan balur (ikan asin). Sekarang, ikan ini dijadikan ikan hias. Di kalangan penghobi ikan hias, ikan ini cukup populer.

Ikan Sepat Rawa (Trichopodus trichopterus)

Ikan sepat mato merah atau ikan sepat rawa, merupakan jenis ikan penghuni perairan rawa. Ikan ini dapat hidup di rawa-rawa dengan tingkat keasaman air sangat rendah. Ikan ini banyak ditemukan di perairan rawa lebak lebung di Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Kota Palembang dan lain-lain. Ikan ini dalam bentuk segar dimasak menjadi ikan goreng. Dalam bentuk awetan, ikan ini paling banyak dibuat ikan asin dan pekasam. Alat tangkap yang banyak digunakan masyarakat untuk menangkap ikan ini adalah sengirai sepat dan bubu sepat. Selain dikonsumsi, ikan ini juga sering dijadikan ikan hias.

Ikan Sumatera (Puntius tetrazona)

Ikan sumatera adalah salah satu jenis ikan hias asli dari perairan Indonesia, yakni dari Pulau Sumatera. Di Sumatera Selatan, ikan ini masih banyak ditemukan di sungai-sungai seperti Sungai Musi, Ogan, Lematang dan lain-lain. Ikan ini berukuran kecil, warna menarik sangat populer dikalangan pencinta ikan hias. Ikan ini hidup bergerombol.

Ikan Kaloi (Osphronemus goramy)

Ikan kaloi, atau bahasa Indonesia-nya ikan gurami, adalah ikan asli perairan Indonesia. Ikan kaloi banyak ditemukan di hutan rawa banjiran Sungai Penukal (DAS Musi Tengah). Ikan ini hidup di rawa dan sungai yang rimbun dengan tumbuhan. Ikan kaloi asli dari alam bentuk badannya lebih pipih dan ramping, dan warnanya coklat tua kehitam-hitaman. Memakan tumbuhan air sejenis ariamun dan juga daun-daun semak rerumputan yang tumbuh di rawa-rawa dan tepi sungai. Sekarang ikan ini sudah banyak dibudidayakan.

Ikan Palau (Osteochilus sp)

Ikan palau merupakan salah satu jenis yang banyak ditemukan di Sumatera Selatan, terutama di DAS Musi bagian tengah. Di Sungai Penukal (anak sungai Musi dalam wilayah DAS Musi Tengah), ikan ini banyak tertangkap dengan alat tangkap jaring dan kereman. Ikan ini selain dikonsumsi dalam bentuk segar, banyak diolah menjadi ikan salai, ikan asin /balur, dan pekasam. Selain dikonsumsi, ikan ini juga bisa dijadikan ikan hias akuarium.

Ikan Lampam (Barbonymus schwanenfeldii)

Ikan lampam jenis ikan sungai yang banyak ditemukan di Sumatera Selatan. Habitat ikan ini di sungai-sungai yang ada arusnya. Alat tangkap pancing, jaring, brumbun, empang pengilar, digunakan untuk menangkap ikan ini. Ikan ini termasuk jenis ikan omnivora. Memancing ikan ini dengan umpan cacing tanah sangat cocok. Ikan ini selain dijadikan ikan konsumsi, bisa dipajang dalam akuarium sebagai ikan hias. Menu masakan ikan lampam goreng, ikan lampam bakar. Ikan ini sering juga diawetkan menjadi ikan asin, salai, dan pekasam. Ikan ini banyak tulang, sehingga kalau dikonsumsi anak-anak harus berhati-hati.