Rabu, 01 September 2021

Water quality of fishing location of sepatung fish (Pristolepis grootii) at kelekar river, ogan ilir regency of south sumatera

 Abstract

This study aims to determine the parameters of water quality at the fishing locations of the sepatung fish (Pristolepis grootii). Water quality is very influenced by environmental conditions. Kelekar River is one of the rivers located in the area of the flooded swamp area. The water quality characteristics of this river are very influenced by the condition of the surrounding swamps. Based on water acidity (pH) parameters, the quality of river water tends to be acidic, but the sepatung fish (P grootii) can live, grow and develop in this habitat. Water quality in natural waters habitats h can be used as a reference in the maintenance of fish in aquaculture media.

Teks lengkap: http://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/3448

Pustaka:

Muslim, M. (2020). Water quality of fishing location of sepatung fish (Pristolepis grootii) at kelekar river, ogan ilir regency of south sumatera. AQUASAINS, 8(2), 809-814.

Keragaman spesies ikan sepatung (Genus Pristolepis), spesies yang ada di Indonesia, habitat dan daerah penyebarannya

Ringkasan:

The diversity of flora and fauna species in Indonesia is very high, including the diversity of fish species. Indonesian waters include fresh, brackish and sea. Indonesian freshwater has a high diversity of fish species. One group of fish inhabiting Indonesian freshwater is Genus of Pristolepis. Species that have been identified from this genus consist of eight species, namely Pristolepis grootii, Pristolepis fasciata, Pristolepis malabarica, Pristolepis marginata, Pristolepis pentacantha, Pristolepis pauciradiatus, Pristolepis procerus, Pristolepis rubripinnis. Of the eight species found in Indonesia there are two species, namely Pristolepis grootii and Pristolepis fasciata. The habitat and distribution of the two species are the rivers, oxbow lakes, estuarines, swamp and floodplain on the islands of Sumatra and Kalimantan.Pustaka:

Muslim, M. (2019). Keragaman spesies ikan sepatung (Genus Pristolepis), spesies yang ada di Indonesia, habitat dan daerah penyebarannya. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 12(2).

Adaptasi ikan sepatung (Pristolepis grootii) dalam wadah budidaya

Ringkasan:

Ikan sepatung (Pristolepis grootii) merupakan salah satu jenis ikan native perairan Indonesia. Nama ikan ini secara internasionaldikenal dengan sebutan Indonesian leaf fish. Hal ini sebagai bukti secara internasional jenis ikan ini diakui berasal dari Indonesia. Di Indonesia, ikan sepatung terdapat di perairan umum Pulau Sumatera dan Kalimantan. Di Sumatera, ikan ini ditemukan di Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Di Sumatera Selatan ikan ini dimanfaatkan masyarakat sebagai ikan konsumsi dan juga sebagai ikan hias. Produksi ikan ini masih mengandalkan hasil penangkapan nelayan dari perairan umum sungai dan rawa. Hasil tangkapan nelayan semakin menurun sedangkan pembudidayaan ikan sepatung belum dilakukan. Oleh karena itu, untuk menjaga kelestarian spesies ikan ini dan juga untuk meningkatkan produksinya, ikan sepatung perlu dibudidayakan. Sebagai langkah awal untuk pembudidayaan ikan sepatung perlu pengadaptasian ikan sepatung yang berasal dari alam liar ke dalam wadah budidaya.

Teks lengkap:https://repository.unsri.ac.id/23114/1/Adaptasi_ikan_sepatung.pdf

Pustaka:

Muslim, M., Zairin Jr, M., Suprayudi, M. A., Alimuddin, A., Boediono, A., & Diatin, I. (2019). Adaptasi ikan sepatung (Pristolepis grootii) dalam wadah budidaya. Uwais Inspirasi Indonesia. Purwokerto.

Mengenal ikan sepatung (Pristolepis grootii), spesies asli Indonesia kandidat komoditi akuakultur

 Abstrak

Ikan sepatung (Pristolepisgrootii), merupakan salah satu jenis ikan endogenous Indonesia. Ikan ini native di perairan umum air tawar di pulau Sumatera dan Kalimantan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui aspek bioekologi, harga, produk olahan ikan sepatung dan menyebarluaskan informasi yang terkait dengan ikan sepatung. Metode pengumpulan data melalui survey, pengamatan laboratorium dan studi literatur. Data yang dikumpulkan terdiri data primer dan data sekunder. Dari hasil pengamatan dan analisa, ikan sepatung berkerabat dengan ikan betok (Anabas testudineus), ikan gurami (Osphronemusgoramy), ikan tembakang (Helostoma temminckii). Nama lokalnya beragam, nama nasional ikan sepatung dan nama internasionalnyaIndonesian leaf fish. Habitat hidup ikan sepatung di air tawar. Ikan ini termasuk jenis ikan omnivore, bersifat euryphagic. Perbedaan morfologi ikan jantan dan betina tidak jelas, dimorfisme seksual tidak tampak. Sex ratio ikan sepatung di alam bebas dalam kondisi seimbang. Ikan sepatungmemijah pada awal musim penghujan. Ikan ini dapat diolah menjadi berbagai menu masakan, dan dapat diawetkan dengan penggaraman, pengasapan dan fermentasi. Ikan sepatung memiliki keunggulan biologi dan bernilai ekonomi, sehingga layak menjadi kandidat komoditi budidaya perikanan.


Artikel lengkap klik link ini: http://jbdp.unbari.ac.id/index.php/AKUAKULTUR/article/view/52

Pustaka:

Muslim, M., Sahusilawane, H. A., Heltonika, B., Rifai, R., Wardhani, W. W., & Harianto, E. (2019). Mengenal ikan sepatung (Pristolepisgrootii), spesies asli Indonesia kandidatkomoditi akuakultur. Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau, 4(2), 40-45.

Variasi Warna, Morfologi dan Karakterisitk Habitat Lokasi Penangkapan Ikan Sepatung (Pristolepis)

 ABSTRAK

Indonesia memiliki sumberdaya ikan sangat beragam yang dapat dikembangkan menjadi komoditi budidaya perikanan. Salah satu jenis ikan yang layak untuk dikembangkan adalah ikan sepatung (Pristolepis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi warna, morfologi dan karakteristik habitat ikan sepatung. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penangkapan ikan menggunakan alat tangkap ikan tradisonal berupa jaring insang, pancing, bubu dan empang. Hasil sampling ditemukan 5 jenis ikan sepatung (Pristolepis) dengan fenotif berbeda. Warna tubuh: coklat-kuning, coklat kehitaman, hitam kekuningan, dan hitam. Jumlah jari-jari pada sirip: punggung (D.XII-XIV. 14-16), ekor (C.20-21), anal (A. III.8-9). Habitat:sungai utama, anak sungai, rawa banjiran, rawa gambut. Air: berarus-tidak berarus. Dasar perairan: berlumpur, berpasir, bergambut.  Kualitas air: suhu (25-31 oC), oksigen terlarut (1,36-6,46  mg/L), ammonia (0,000-0,214  mg/L), alkalinitas (4-63 mg/L).

Artikel lengkap klik link berikut:

http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/JR/article/view/2878


Pustaka:

Muslim, M. 2021. Variasi warna, morfologi dan karakterisitk habitat lokasi penangkapan ikan sepatung (Pristolepis). Jurnal Ruaya: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan, 9(2): 34-38.


Senin, 30 Agustus 2021

Ikan Bentulu (Barbichthys laevis)

Secara taksonomi, ikan bentulu termasuk Phylum Chordata, Kelas Teleostei, Ordo Cypriniformes, Family Cyprinidae, Genus Barbichthys,  Spesies Barbichthys laevis. Bentuk tubuh ikan panjang dan berbentuk kubus. Tubuh berwarna purih perak. Seluruh tubuh kecuali bagia kepala ditutupi sisik. Ikan ini memiliki sirip punggung, sirip perut, sirip dada, sirip anal, dan sirip ekor. Ekor berbentuk cagak. Bagian ujung semua sirip berwarna hitam dan sedikit merah. Ukuran ikan ini kecil-sedang. Ikan ini memiliki kemampuan melompat yang cukup tinggi.  Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Habitat utama yani di sungai dan rawa-rawa yang terhubung dengan sungai. Ikan ini ditemukan di Sumatera dan Kalimantan. Di Sumatera ikan ini ditemukan di Riau, Jambi, Lampung dan Sumatera Selatan. Ikan ini termasuk jenis ikan pemakan tumbuhan dan hewan (omnivora). Ikan ini berkembangbiak dengan cara bertelur. Penangkapan ikan ini menggunakan alat jarring, bubu dan tangkul (alat tangkap angkat). Ikan ini sangat tinggi lompatannya untuk keluar dari tangkul.  Bentuk tubuh dan warna ikan ini sangat menarik, cocok dijadikan ikan hias. Namun akuarium pemeliharaan ikan ini harus memiliki tutup, karena ikan ini jika baru dipelihara dalam akuarium sering melompat keluar akuarium. Saat ini, ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi dengan harga berkisar Rp. 5.000-10.000 per kg.  Penelitian dasar mengenai ikan ini masih sangat minim. Ikan ini prospektif dikembangkan menjadi komoditi ikan hias.  

Pustaka: