Jumat, 24 Juni 2022

PENGELOLAAN DAN ANALISA FINANSIAL PRODUKSI PEMBESARAN UDANG VANAME Litopenaeus vannamei

ABSTRAK

Teks lengkapUdang vaname Litopenaeus vannamei merupakan salah satu produk andalan ekspor Indonesia, dan Amerika Serikat merupakan negara terbesar yang mengimpor udang vaname dari Indonesia dengan jumlah 77.000 ton. Volume ekspor udang pada tahun 2015-2017 mengalami peningkatan, pada tahun 2015 sebanyak 124.000 ton, tahun 2016 sebanyak 131.000 ton, dan tahun 2017 sejumlah 138.000 ton, sementara permintaan udang dunia pada tahun 2018 tercatat mencapai 4.000.000 ton. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan dan analisa finansial kegiatan pembesaran udang vaname, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh dalam rangka optimalisasi produksi yang sedang dijalankan. Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data primer serta data sekunder. Dalam studi pembesaran udang vaname, proses pemeliharaan dimulai dari penebaran benur stadia post larva 8-10 di tambak pemeliharaan. Pemeliharaan dilakukan selama 90 hari dengan rata-rata padat tebar 168 ekor m-1 , survival rate (SR) rata-rata sebesar 95 % dan pertumbuhan harian sekitar 0,31 g hari-1 . Berdasarkan hasil studi, bahwa kegiatan pembesaran udang vaname selama satu tahun dapat mencapai 3 siklus, dan dalam satu tahun menghasilkan total panen sebesar 243.977,4 kg. Hasil analisa finansial dalam kegiatan pembesaran selama satu tahun, diperoleh keuntungan sejumlah Rp 6.651.731.962, RC-1 rasio 1,72, PP 4,9, HPP Rp 37.736, BEP produksi sebanyak 46.431 kg dan BEP rupiah sebesar Rp 4.964.246.351.

Minggu, 01 Mei 2022

Teknologi Pembenihan Abalon Haliotis squamata Untuk Meningkatkan Produksi Budidaya Secara Berkelanjutan

 

Abstract

Abalone has a specific taste, containing 71,99% protein; 3,2% lipid; 5,6% crude fiber; and 0,6% water. The selling price in the domestic market ranges from IDR 250.000-IDR 600.000 per kg depending on the size and in the international market it ranges from USD 22-USD 66 per kg depending on the quality and type. The hatchery activities begin with rearing broodstock until the gonads mature. It was placed in plastic crates with a density of 40-50 individuals/unit and fed with macroalgae. The parent which is ready to be spawned has developed gonad and covers the hepatopancreas organ over 50%, and carried out on a spawning container. Larvae rearing begins with a container that has been cultured with benthic diatom as the larvae feed. Abalone measuring 1-2 cm was harvested and transferred to seed maintenance containers. Seed maintenance was carried out for 2-3 months and produces abalone seeds ready for sale with a size of 3cm. Hatchery activities produce FR 60%, HR 85%, and SR 0,1-1%. Seed packaging was carried out using three stage, a net bag with a density of 75-100 individuals/bag, a plastic bag filled with 20 net bags/plastic sheet, and a styrofoam box filled with 1 plastic/box.


Budidaya Ikan Gurami Osphronemus gourami: Teknis Pembenihan dan Analisa Kelayakan Usaha

 Abstrak. 

Ikan gurami Osphronemus gouramy merupakan komoditas perikanan budidaya yang hidup di perairan tawar dan tergolong dalam perairan tenang. Kegiatan kajian teknis budidaya dilaksanakan di Unit Kerja Budidaya Air Tawar Sendangsari, Yogyakarta yang bertujuan untuk mengkaji secara teknis dan ekonomi kegiatan budidaya ikan gurami agar informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pembudidaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pengelolaan budidaya ikan gurami. Kegiatan pembenihan menggunakan rasio pemijahan jantan dan betina 1:3 secara alami. Kegiatan pembenihan menghasilkan fekunditas (FR) 81.08%, derajat penetasan telur (HR) 90.02%, tingkat kelangsungan hidup (SR) larva 71.74%, dan SR benih 82%. Benih yang dijual berukuran 4-6 cm/ekor ke pembudidaya gurami di daerah sekitar Sendangsari, Yogyakarta.

Full text:http://jbdp.unbari.ac.id/index.php/AKUAKULTUR/article/view/121

Jumat, 22 April 2022

Pematangan gonad, pemijahan, penetasan telur dan perawatan larva ikan gabus (Channa striata)

 Abstrak

Ikan gabus (Channa striata) adalah salah satu jenis ikan perairan umum tawar dengan nilai ekonomi tinggi. Selain sebagai bahan pangan (konsumsi), ikan ini juga sebagai sumber albumin untuk industri farmasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri terhadap ikan ini masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Pembudidayaan ikan gabus di Indonesia belum ada karena belum tersedia paket teknologinya. Penelitian untuk membenihkan ikan gabus di Indonesia sudah mulai dilakukan. Pematangan gonad menggunaan hormon human chorionic gonadotropin dosis 300 internasional unit, menghasilkan gonadosomatic index sebesar 2,87-11,54%. Pemijahan semi alami dapat mempercepat waktu latensi, suhu inkubasi 28oC daya tetas telur sebesar 86,33%, padat tebar larva pada media pemeliharaan 2 ekor/L menghasilkan survival rate sebesar 63,83%.

full text: https://www.jurnal.unikal.ac.id/index.php/akuatika/article/view/732

Senin, 18 April 2022

DNA authentication of asian redtail catfish Hemibagrus nemurus from musi and penukal river, south sumatra indonesia

Abstrak

Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) is highly economic important catfish in South Sumatra. Investigating DNA authentication is of importance for species conservation and breeding selection. Cytochrome C Oxidase subunit I is one of mitochondrial DNA markers used for species barcoding in freshwater, brackishwater and marine fish. This research aims to explore the use of COI gene for species barcoding, constructing phylogenetic tree of Asian Redtail Catfish (ARC). The methods used in the research consisted of DNA extraction, PCR (Polymerase Chain Reaction) amplification and sequencing mtDNA COI gene of ARC obtained from Musi and Penukal Rivers (South Sumatra). A 572 and 596 base pairs of partial coding sequences were obtained representing each river. Phylogenetic analyses indicated that ARC was at the same cluster from Bagridae family, and different cluster from others catfish, Pangasius sp and Oreochomis niloticus. Further study using more species of Bagridae and habitat are needed to investigate the diversity of DNA from South Sumatra water resources

full text: https://www.genaqua.org/uploads/pdf_7.pdf

Minggu, 17 April 2022

DNA barcodes and phylogenetic of striped snakehead and ocellated snakehead fish from South Sumatra, Indonesia.

Abstract.

This research aimed to identify the sequences of cytochrome c oxidase subunit I gene mitochondrial DNA (COI mtDNA), to construct a phylogenetic tree of striped snakehead (Channa striata) and ocellated snakehead (Channa pleuropthalma), and to measure water quality of Kelekar River, Indralaya, Ogan Ilir District and Danau Burung Besar River, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) District in South Sumatra, Indonesia. The research procedures consisted of DNA isolation, amplification by PCR (Polymerase Chain Reaction) and sequencing of fragment COI mtDNA. The length of nucleotide was 604 bp for striped snakehead and 587-604 bp for ocellated snakehead. Optimum annealing temperature was 500C for 15 seconds with 30 cycles. The result of BLAST analysis showed that striped snakehead from Kelekar and Danau Burung Besar River had 100% identity to striped snakehead from Java-Bali and furthest (97%) with striped snakehead from India. Ocellated snakehead had 100% similarity with the same species from Musi Banyuasin and Banjarmasin; and furthest (83%) with Channa limbata from Myanmar. Water quality in Kelekar River were temperature 31-31.6 0C, pH 4.76-4.96, dissolved oxygen 2.7-3.0 mg/L, ammonia <0.009 mg/L, total alkalinity 20 mg/L, and turbidity 62.5-63 cm. Meanwhile in Danau Burung Besar River showed temperature (29.3-30.7 0C), pH (3.6-6.7), dissolved oxygen (1.31-3.76 mg/L), ammonia (0.17-0.20 mg/L), and turbidity (50-90 cm).


Full text: https://www.smujo.id/biodiv/article/view/4950