Minggu, 02 November 2025

Ikan palau (Osteochilus vittatus) asal Sumatera Selatan

 

Ikan palau (Osteochilus vittatus) merupakan salah satu spesies ikan air tawar asli perairan umum Sumatera Selatan. Ikan ini ditemukan di beberapa perairan umum Sumatera Selatan antara lain di Sungai Kelekar Kabupaten Ogan Ilir (Muslim & Syaifudin, 2022; Muslim et al., 2024a, Muslim et al., 2024b), perairan rawa lebak Petai dan lebak Kalong, Kabupaten Ogan Komering Ilir (Fahleny et al., 2023; Irawan et al., 2023; Muslim et al., 20204). Spesies ini termasuk salah satu spesies ikan air tawar yang prospektif dibudidayakan (Muslim et al., 2020). 

Pustaka:

Muslim, M., & Syaifudin, M. (2022). Biodiversity of freshwater fish in Kelekar floodplain Ogan Ilir regency in Indonesia. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 7(1), 67494.

Muslim, M., Irawan, R., Karolina, A., Fahleny, R., Haitami, M. A., & Isawpatita, D. (2024a). Conservation and population status of freshwater fishes from Kelekar River, South Sumatra, Indonesia. International Journal of Current Science Research and Review, 7(2), 1247-1255.

Muslim, M., Afriansyah, A., Irawan, R., Viola, V., Pratama, D., Sindrika, J., ... & Inayah, P. M. (2024b). Karakter morfometrik-meristik, indeks gonadosomatik, dan rasio kelamin ikan palau (Osteochilus vittatus) asal Sungai Kelekar, Sumatera Selatan. ESCAF, 1646-1652.

Fahleny, R., Irawan, R., & Muslim, M. (2023). The ichthyofauna of Lebak Petai Kecil, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra, Indonesia. International Journal of Progressive Sciences and Technologies, 36(2), 417-422.

Irawan, R., Muslim, M., Karolina, A., & Afriansyah, A. (2023). Gonadosomatic index and hepatosomatic index of bonylip barb (Ostechilus vittatus) from Lebak Kalong Floodplain, Ogan Komering Ilir, South Sumatra, Indonesia. International Journal of Science and Research Archive, 10(02), 174-180.

Muslim, M., Irawan, R., Afriansyah, A., Karolina, A., & Fahleny, R. (2024). Diversity and abundance of ichthyofauna during the rainy season in Kalong Floodplain, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra, Indonesia. Iranian Journal of Ichthyology, 11(3), 161-173.

Muslim, M., Heltonika, B., Sahusilawane, H. A., Wardani, W. W., & Rifai, R. (2020). Ikan lokal perairan tawar Indonesia yang prospektif dibudidayakan. Purwokerto: Pena Persada.


Selasa, 21 Oktober 2025

Ikan Labio (Labiobarbus festivus)

Ikan ini termasuk dalam Famili Cyprinidae, Genus Labiobarbus. Habitat ikan ini di sungai dan rawa banjirannya. Di Sumatera Selatan ikan ini ditemukan di Sungai Kelekar Kabupaten Ogan Ilir, dan Sungai Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Ikan labio ini berkerabat dekat ikan lambak (Labiobarbus ocellatus). Di beberapa daerah di Sumatera Selatan menyebut nama ikan ini dengan nama lambak, ikan ambut, ikan umbut, dan ikan betino. Ukuran panjang total ikan ini mencapai 14 cm. Gambar ikan yang tertera di samping sudah termasuk ukuran ikan dewasa. Ikan ini cocok dijadikan sebagai ikan hias. Namun saat ini masyarakat memanfaatkan ikan ini sebagai ikan konsumsi. Selain dimasak secara langsung, ikan ini banyak diolah menjadi ikan asin dan juga bekasam (ikan fermentasi). 

Jumat, 03 Oktober 2025

Ikan langka dari Sungai Kelekar: Gymnochanda filamentosa

 

Ikan kaca filamen (Gymnochanda filamentosa) merupakan ikan hias air yang memiliki keunikan tersendiri, tubuh ikan ini dicirikan seperti namanya ’kaca’ yang mana tubuhnya transparan seperti kaca. Ikan ini termasuk kedalam genus Gymnochanda, yang merupakan bagian dari Famili Ambassidae. Nama lokal ikan ini di Desa Pelempang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan adalah ’Ikan Kaco Selayar’. Ikan spesies ini sendiri jarang ditemui didaerah perairan Sumatera Selatan, dikarenakan habitat asli ikan ini adalah di Asia Selatan seperti Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam. Ikan ini ditemukan di Sungai Kelekar, Desa Pelempang, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan pada saat mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya yang bernama Alif Okwinata Putra melakukan penelitian untuk menyusun skripsi berjudul biodiversitas ikan di Sungai Kelekar Desa Pelempang, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, dengan dosen pembimbing Prof. Dr. Muslim, S.Pi, M.Si. Ikan ini ditemukan sebanyak 4 ekor. Ikan dibawa ke Laboratorium Kolam Percobaan, Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Universitas Sriwijaya untuk dilakukan analisa lebih lanjut terkait bentuk tubuh, jenis, dan spesiesnya. Ikan ini memiliki tubuh tanpa sisik, transparan, dan memiliki kilau keperakan, ikan jantan dibedakan berdasarkan sirip yang lebih panjang dan warna sirip yang lebih cerah dibandingkan betina, khususnya pada ikan jantan dewasa sirip dubur dan sirip punggung mereka tumbuh menjadi filamen panjang. Ciri-ciri ikan ini menunjukkan, bahwa ikan ini sendiri memiliki potensi untuk dipelihara sebagai ikan hias. Ikan ini termasuk anggota terkecil dalam famili Ambassidae. 

Kamis, 18 September 2025

Ikan langka, lele purba ditemukan di Sungai Kelekar, Sumatera Selatan

 

Ikan air tawar dari genus Chaca secara internasional dikenal juga dengan nama ikan lele mulut katak (frogmouth catfish). Ikan ini termasuk dalam keluarga Siluridae. Masyarakat lokal tempat ditemukannya ikan ini (Desa Pelempang) menamakan ikan ini sebagai ikan lele purba. Ikan ini ditemukan di perairan rawa banjiran Sungai Kelekar di Desa Pelempang, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Ikan ini ditemukan oleh mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya bernama Ihza Wijaya atau lebih akrab dipanggil Jayak BDA 21. Ikan yang ditemukan sebanyak dua ekor. Ikan ini ditemukan pada tanggal 18 September 2025 di Desa Pelempang Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Ikan kemudian dibawa ke Laboratorium Kolam Percobaan Universitas Sriwjaya di Indralaya. Di laboratorium ikan dipelihara dalam akuarium untuk dipelajari lebih lanjut. Bentuk tubuh ikan ini unik berbeda dengan ikan air tawar umumnya yang sering ditemukan. Kepalanya lebar dan pipih, ada sepasang mata menghadap ke atas.  Ikan ini memiliki sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sirip punggung, dan sirip ekor. Warna tubuh ikan ini coklat kehitaman. Pada bagian perut mendatar, penanda ikan ini hidup di dasar perairan. Mulut ikan sangat lebar, dan terdapat gigi-gigi tajam yang terlihat jelas (tipe mulut superior). Hal ini penanda ikan ini termasuk kelompok ikan predator. Pada bagian bawah badan ikan terlihat lubang kelamin terpisah jauh dari lubang anus. Badannya sangat lembut, licin, tidak bersisik sebagai penanda termasuk kelompok ikan Famili Siluridae. Ikan-ikan yang masuk dalam Famili Siluridae seperti ikan lais, ikan baung, ikan patin, ikan lele dan lain-lain. Penemuan ikan ini menambah daftar nama ikan dari Sungai Kelekar.