Kamis, 06 Desember 2018

Ikan Belido (Chitala lopis)

Ikan belida, di Sumatera Selatan dikenal dengan sebutan iwak belido. Ikan ini merupakan bahan baku pembuatan pempek dan kerupuk khas Palembang. Namun sayangnya semakin berkurangnya populasi ikan ini di alam, pempek dan kerupuk Palembang digantikan dengan jenis ikan lain seperti ikan gabus. Selain dibuat kerupuk dan pempek, menu masakan ikan ini yang terkenal pindang sirip belido. Bagian sirip ikan ini tersusun atas tulang rawan, sangat sedap dibuat pindang. Harga ikan belida cukup mahal 80-120ribu/kg, karena sudah sulit diperoleh, jadi harganya mahal. Sampai saat ini pembudidayaan ikan ini belum ada, masih mengandalkan hasil tangkapan di alam. Habitat ikan ini di sungai dan rawa banjiran. Ikan ini bersifat karnivora. Rongga perut ikan ini lebih kecil, tidak proposional dengan bentuk tubuhnya yang panjang dan besar. Penelitian ke arah budidaya ikan belida sudah banyak dilakukan, namun belum menghasilkan paket teknologi yang siap diadopsi masyarakat.

Rabu, 05 Desember 2018

Ikan Juaro (Pangasius polyuranodon)

Ikan juaro merupakan salah satu jenis ikan patin (Pangasius) lokal. Bentuk tubuh ikan juoro secara sepintas sangat mirip dengan ikan patin. Namun kalau diperhatikan secara seksama, ada perbedaan bentuk tubuh ikan patin dengan ikan juaro. bentuk tubuh ikan juaro lebih panjang dan ramping, bentuk kepala dan ekornya juga sedikit berbeda dengan ikan patin. Ikan ini ditemukan di sungai Musi Sumatera Selatan. Ukuran ikan juaro dapat mencapai 8 kg/ekor. Harga ikan juaro cukup mahal 25-30 ribu/kg. Ikan juaro sangat rakus makan. Pamor ikan juaro ini agak sedikit kalah dibandingkan ikan patin liar/patin sungai. Menu masakan ikan juaro yang paling terkenal pindang. Ikan ini juga banyak dijadikan ikan asin dan ikan salai/asap.

Ikan Bujuk (Channa lucius)

Ikan bujuk adalah satusatu jenis ikan kelompok gabus (Channa) (Muslim, 2013). Di Sumatera Selatan ikan ini ditemukan di rawa rawa banjiran dan juga rawa gambut. Ikan dari Genus Channa ini lebih menyukai daerah rawa dengan tingkat keasaman air lebih asam, perairan tenang, dangkal, banyak tumbuhan rawa, gambut (Muslim, 2012; Muslim, 2017). Ukuran ikan dewasa dapat mencapai 1 kg/ekor. Harga ikan ini cukup mahal berkisar 60-80 ribu/kg. Daging ikan ini putih, sedikit minyak. Ikan ini dikonsumsi masyarakat sebagai lauk pauk dalam bentuk segar dan juga diolah menjadi ikan salai/asap dan ikan asin. Menu masakan ikan ini: pindang, bujuk panggang/bakar, gulai ikan bujuk salai, balur bujuk, ikan bujuk goreng. Populasi ikan bujuk di alam tidak sebanyak ikan gabus (kerabatnya), hal ini karena tipe reproduksi ikan bujuk berbeda dengan ikan gabus. ikan gabus dapat memijah beberapa kali dalam setahun.ikan ini bereproduksi hanya satu kali dalam setahun, dan jumlah telurnya tidak sebanyak telur ikan gabus.  

Minggu, 02 Desember 2018

Ikan Serandang (Channa pleurophthalma)

Di Sumatera Selatan, ikan ini dikenal dengan sebutan ikan serandang. Ikan serandang salah satu jenis ikan konsumsi  dan ikan hias yang bernilai ekonomis tinggi (Muslim, 2007). Ikan ini termasuk kelompok ikan gabus (Channa) (Muslim, 2013) yang memiliki warna corak tubuh yang menarik. Habitat ikan serandang yaitu di rawa-rawa banjiran dan juga rawa gambut (Muslim, 2012).  Ikan ini tahan hidup dalam kondisi keasaman air (pH) air rendah (asam). Harga ikan ini sama dengan ikan gabus berkisar 30-60ribu/kg (konsumsi). Rasa daging ikan ini sama enanknya dengan ikan gabus dan toman. Menu masakan ikan serandang yang populer adalah "ikan serandang panggang". Populasi ikan ini di alam sudah menurun, sehingga sudah sulit mendapatkan ikan ini di pasaran. Kalaupun ada di pasar jumlahnya sedikit.

Sabtu, 01 Desember 2018

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii)

Udang galah di Palembang lebih dikenal dengan sebutan udang satang. Satang dalam bahasa Palembang adalah tongkat pengayuh perahu /kapal motor. Memang udang ini memiliki jepit yang besar dan kuat, diibaratkan dengan satang perahu. Udang ini merupakan jenis udang air tawar yang terbesar ditemukan di Sungai Musi Sumatera Selatan. Harga udang ini cukup mahal berkisar Rp. 150-180ribu/kg. Udang ini sangat enak dimasak pindang atau digoreng. Selain itu, udang ini juga dimanfaatkan untuk membuat kaldu udang untuk masakan khas Palembang "Mie Celor" dan juga "Pempek Udang". Produksi udang galah di Sumatera Selatan, masih didominasi dari hasil tangkapan nelayan dari perairan umum. Habitat udang ini di sungai-sungai besar. Udang ini bermigrasi dari air tawar ke air payau untuk melakukan reproduksi. masa larva sampai jauvenil di habitat air payau, memasuki usia remaja bermigrasi ke air tawar, sampai ukuran besar, dan kembali lagi ke air payau untuk bereproduksi. Nelayan menangkap udang ini menggunakan alat tangkap tradisional disebut sengirai udang. Dalam sengirai diberi umpan berupa potongan kelapa yang sudah dibakar dijepit dengan bilah bambu di dalam sengirai.

Ikan Toman (Channa micropeltes)

Ikan toman (Channa micropeltes), salah satu jenis ikan gabus yang berukuran paling besar (giant) dari kelompok Channidae (Muslim, 2013). Ukuran ikan ini dapat mencapai 5 kg/ekor. Harga per kg ikan ini mencapai Rp. 80.000. Daging ikan sangat tebal, sangat disukai masyarakat Sumatera Selatan. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, ikan ini juga dapat diawetkan dan diolah menjadi berbagai produk olahan. menu masakan ikan toman yang paling terkenal di Palembang adalah Pindang Ikan Toman. Ikan ini termasuk jenis ikan karnivora. Pembesaran ikan ini sudah ada di Sumsesl seperti di Kab.OKI, MUBA, OI dan Banyuasin. Namun benih ikan ini masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam.